Petisi "Ahok For Bali 1", Netizen: Waspada! Di Bali, Penista Agama Dibui 5 Tahun


[PORTAL-ISLAM]  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok boleh saja kalah dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun, usai kandas di Pilkada DKI, muncul petisi 'Ahok for Bali 1'. Petisi dimaksudkan untuk mendorong Ahok mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali pada 2018 mendatang.

Petisi itu dibuat oleh Wika Ganesha pada 19 April 2017. Hingga hari ini, Sabtu 22 April 2017 pukul 19.13 WITA sudah ada 3.038 yang menandatangani petisi tersebut.

Dalam deskripsinya, Wika menilai Pilkada DKI Jakarta mencerminkan ketidakadilan demokrasi. Menurutnya, demokrasi itu tak melulu harus sejalan dengan nilai-nilai universal dan rasionalitas. Bagi Wika, kemenangan dalam demokrasi yang berlangsung di DKI Jakarta berlangsung dengan cara yang tidak rasional, bahkan brutal.

Ia berharap kekalahan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta tak mengerdilkan perjuangan pria yang juga terdakwa penistaan agama tersebut.

"Ia (Ahok) tetap adalah aset bangsa yang harus 'diselamatkan dan sekaligus dimanfaatkan' untuk sebesar-besarnya kemajuan demokrasi di Tanah Air," tulis Wika.

Di sisi lain, Wika menilai Bali sebagai etalase Indonesia di mata internasional, dengan segala potensi yang dimilikinya tengah terseok-seok dalam mengejawantahkan keadilan sosial bagi rakyatnya. Salah satu penyebabnya adalah minimnya komitmen, dedikasi dan keteladanan pemangku kepemimpinan di Pulau Seribu Pura itu.

Ia menilai di Bali terjadi ketimpangan yang amat nyata. Ditambah dengan rencana reklamasi Teluk Benoa maka hal itu akan menambah parah ketidakadilan dan ketimpangan di Pulau Dewata.

Dengan potensi yang besar, Wika menyebut mestinya pembangunan Bali harus lebih pesat dibanding daerah lainnya. Atas dasar itu pula, ia menganggap Bali memerlukan pemimpin yang 'luar biasa'.

Bagi dia, Ahok adalah sosok tepat untuk mengemban jabatan Gubernur Bali.

Sontak berita ini mendapat tanggapan netizen.