PEMIMPIN MUSLIM SUKSES, Itulah Yang Mereka Takutkan


Sejatinya, kaum kafir adalah cengeng. Tengoklah kumpulan para raja Eropa saat berhadapan Sultan Muhammad Al Fatih. Menangis, Konstantinopel kok bisa ditaklukkan.

Maka ketika Eropa tak mampu membendung Erdogan. Mereka berteriak, Erdogan diktator, anehnya merestui kudeta As-Sisi di Mesir.

Tak jauh beda kalangan kafir di Indonesia. Kemenangan Anies Sandi di Jakarta, sudah dipersepsikan dengan kemenangan kaum radikal. Anehnya, nama ISIS dicantelkan.

Anies-Sandi radikal. Kita pun tak punya gambaran. Anies lulusan AS. Sandi seorang pengusaha. Radikal (baca: teror) nya dari sebelah mana?

Jawabannya: kesuksesan. Dunia Barat khawatir, Muslim intelek sukses merekonstruksi Islam dibingkai konsep-konsep modern yang dijual Barat.

Terbayang, dengan dana tak terbatas. Anies-Sandi memegang kendali hak anggaran, puluhan triliun pertahun (APBD DKI 2017 total Rp 70,19 Triliun), untuk ibukota yang jumlah penduduknya 8 jutaan.

Saya tidak yakin Anies-Sandi pro PKS, sebagai parpol pengusung. Tapi kita akan bangga, jika janji membahagiakan kota Jakarta sukses dilakukan dengan kuasa di tangan.

Jadi ketakutan kalangan kafir lebih pada kesuksesan kalangan Islam mengelola kota. Lalu kemudian, mengelola negara.

Model Erdogan cukup merepotkan. Padahal baru satu, bagaimana jika seribu?

(Ust. Nandang Burhanuddin)