NASDEM GAGAL Menangkan Ahok, Bagaimana Nasib Ridwan Kamil?


[PORTAL-ISLAM]  Pesta demokrasi di Jakarta baru saja usai. Bagi sebagian kalangan, akhir pesta tersebut terlalu menyakitkan.

Begitu menyakitkannya, sampai-sampai mereka berharap, pencoblosan ulang dib2 TPS di Jakarta tanggal 22 April hari ini akan berefek pada kemenangan Ahok.

Beberapa yang masih agak rasional memilih mendukung sosok baru untuk menghapus luka kekalahan tersebut.

Kini, tumpuan harapan mereka berpindah ke Ridwan Kamil.

Siapa tak kenal Ridwan Kamil? Sosok arsitek populer yang menduduki jabatan Walikota Bandung. Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memang cukup moncer di dunia politik tanah air. Itu pula yang membuat Nasdem, partai yang pertama kali melirik Ahok, langsung melamar Emil dan mengusungnya sebagai Calon Gubernur Jawa Barat pengganti Ahmad Heryawan.

Beda dengan dukungan untuk Ahok yang diberikan secara all out tanpa syarat, dukungan Nasdem diberikan dengan 3 syarat.

Dukungan bersyarat ini konon yang menurut beberapa netizen membuat ketar ketir Ridwan Kamil pasca kemenangan telak Koalisi Gerindra-PKS di Jakarta saat mendukung Anies-Sandi.

Kemenangan koalisi dua partai, yang secara de facto bukanlah partai dengan kursi besar di gedung dewan, melawan koalisi besar dan gemuk pendukung Ahok benar-benar membuat Ridwan Kamil gamang. Sehingga ia merasa perlu meminta dukungan Hanura.

Sebuah survei besutan  Indonesia Strategic Institute (Instrat) baru-baru ini menyimpulkan, masyarakat enggan menerima NasDem sebagai kendaraan politik Ridwan Kamil. Selain NasDem, lebih dari 50% responden juga tidak menginginkan Kang Emil diusung PDI P dan Hanura.

Secara psikologis, Direktur Eksekutif Instrat, Jalu Pradhono Priambodo mengatakan Koalisi Gerindra-PKS pun kini sangat berat kalau harus menerima Ridwan Kamil.

Apalagi, kenenangan telak Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta telah memberikan kekuatan besar bagi duet parpol itu untuk menatap kemenangan di Pilgub Jabar 2018.

"Dukungan dari NasDem malah jadi momentum yang merugikan Emil," kata Jalu, 20 April 2017 lalu.

Partai NasDem yang diprediksi akan berkoalisi dengan PDI P mengusung Kang Emil pun dinilai takkan mampu mendongkrak elektabilitas Walkot Bandung itu.

Apalagi sejak satu demi satu jago PDI P keok di berbagai pilkada.

Bisa dipastikan, Emil yang mengaku tak punya uang untuk nyagub memperoleh imbas sentimen negatif kekalahan Koalisi Nasdem cs di Jakarta.