HINA-MAAF, HINA-MAAF TERUS, KAPAN SELESAINYA?


[PORTAL-ISLAM]  Irham Nasution, seorang netizen yang pernah mengancam akan membakar Habib Rizieq hidup-hidup melalui jejaring sosial miliknya akhirnya menyerah.

Kicauan Irham tersebut akhirnya membuat seorang yang geram akhirnya mencoba menelusuri siapa Irham sebenarnya. (Berita terkait: http://www.portal-islam.id/2017/04/viral-di-medsos-pegawai-bank-indonesia.html)



Irham yang diketahui bekerja di Pangkal Pinang sebagai karyawan Bank Indonesia dan berdomisili di Pekanbaru dan merupakan seorang pendukung fanatik Ahok ternyata sempat terkenan kasus penggelapan tanah.

Masril Piliang melalui akunnya @masril_pku menjadi tokoh kunci yang berhasil mengejar Irham.

Irham yang sejak Sabtu 1 April 2017, pukul 15:41, mendeaktifkan akun @Irham_Nasution miliknya akhirnya memutuskan untuk meminta maaf secara resmi melalui media cetak setempat di Bangka Belitung.

Sementara itu, Ahad 2 April 2017 lalu, satuan Intelkam Polres Pangkalpinang memberikan ruang mediasi antara perwakilan ormas dengan oknum masyarakat, Irham Nasution untuk menyelesaikan permasalahan postingan media sosial dinilai provokatif.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Satuan Intelkam Pangkalpinang ini langsung dipimpin Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang, AKP M. Adi Putra dihadiri sejumlah ormas di antaranya, HTI, Kahmi, Front Jaga Babel, Ikadi, Parmusi Babel, BKPRMI serta perwakilan unsur lainnya.‎

Dalam pertemuan ini dihasilkan kesepakatan bahwa oknum pegawai bank di Pangkalpinang ini meminta maaf melalui media sosial dan media cetak sepekan kedepan.

"Yang bersangkutan harus bertobat dan akan mengikuti pengajian, dia menyanggupi dan kemudian semua pihak bersepakat," kata Kasat Intelkam, AKP M. Adi Putra mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi P.

Namun, Kepolisian mengaku akan terus melakukan pemantauan dalam setiap perkembangan pasca kasus ini dalam menjaga situasi kondusif.

"Sebab jika permintaan dari perwakilan ormas dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka tidak akan lanjutkan ke jalur hukum dan permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan, sebab kita masyarakat Babel cinta damai dan tidak mau menzolimi sesamanya," tegasnya.‎