Frustasinya Iklan "Sok Bhinneka", Manipulasi Sejarah Sembunyikan Pekik Takbir Bung Tomo


Frustasinya Iklan "Sok Bhinneka"

Salahsatu frame dalam materi iklan kampanye "Sok Bhinneka" salahsatu Paslon menampilkan sosok "Bung Tomo" lengkap dengan standing mic dan payung merah putih sebagai latar, Bung Tomo atau Soetomo seorang Pahlawan Nasional yang memimpin pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Barangkali si pembuat iklan lupa bahwa Bung Tomo adalah seorang pemuda muslim pengamal Resolusi Jihad fii Sabilillah kaum ulama, yang dengan lantang memekikkan takbir "Allahu Akbar" tiga kali setelah pekik merdeka satu kali, sebagaimana diucapkan dan terekam dalam salahsatu pidato heroiknya yang menyejarah. (Rekaman pidato Bung Tomo ada di bawah)

Itulah mengapa Saya sebut iklan ini "Sok Bhinneka", si pembuat sejak awal sudah gagal paham soal makna Bhinneka dan makin gagal ketika justru menampilkan sosok Bung Tomo sebagai ikon Kebhinekaan, atau si pembuat iklan sedang frustasi saat mencari sosok yang Bhinneka menurut tafsirnya dalam fragmen sejarah perjuangan bangsa?

Mendikotomikan Agama dengan Kebhinekaan atau hendak membenturkan kaum ulama dan santri dengan nasionalisme adalah hil yang mustahal, suka atau tidak suka, sejarah membuktikan itu. Betapa banyak pahlawan Nasional kita yang lahir dari rahim "kesadaran beragama". Kesadaran beragama ini yang mendorong kesadaran berbangsa dan kesadaran berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Bahkan, kesadaran beragama itu lebih dulu eksis daripada apa yang disebut Pancasila ataupun Indonesia sebagai negara itu sendiri.

(Sulaeman Saleh)



[Rekaman Pidato Bung Tomo -- Pekik Takbir Yang Menyejarah]