DR Zakir Naik Jelaskan Makna Al-Maidah 51, Pendukung Ahok Makin Terbungkam


[PORTAL-ISLAM] Cendekiawan Muslim kelas dunia yang merupakan pakar perbandingan agama, Dr Zakir Naik telah tiba di Indonesia dalam lawatan 10 hari "DR. Zakir Naik Visit Indonesia 2017" yang akan digelar di 6 kota dari 1-10 April 2017.

Dalam pertemuannya bersama Ketua MPR RI serta para awak media di Gedung DPR/MPR-DPD RI dan juga di kantor MUI bersama para Ulama & awak media, Jum'at (31/3), DR Zakir Naik membahas berbagai hal dari mulai Islam sebagai agama toleran, jihad serta pemahaman tentang masalah kepemimpinan di dalam surah al-Maidah 51.

Islam adalah suatu panduan hidup yang tidak hanya mengatur terkait kewajiban ibadah dalam Islam, tetapi menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Terkait berpolitik dan tata negara, Zakir menyebutkan Islam lengkap mengajarkan bagaimana cara bernegara dan bermasyarakat.

Islam itu memberikan segala hal. Tidak hanya shalat, puasa, haji, apa yang bisa dimakan, apa yang nggak bisa dimakan, tapi bagaimana berbisnis, memerintah kota, negara.

Ia pun memberi pandangannya terkait kriteria dalam memilih pemimpin yang diatur dalam Alquran, untuk menjawab pertanyaan awak media berkaitan dengan persoalan memilih pemimpin Muslim dari Alquran surah al-Maidah ayat 51.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim." (QS. Al-Maidah: 51)

DR Zakir Naik menjelaskan: Sebagai teman, membantu tidak masalah. Berbuat baik tidak masalah. Alquran bilang Allah melarang berbuat tidak adil kepada non-Muslim. Tapi untuk pelindung (auliya), apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan Muslim jauh lebih baik daripada non-Muslim.

Dr Zakir naik mengatakan, umat Islam boleh boleh saja dihadapkan pada pilihan. Namun dia meminta agar umat Muslim tetap berpegang pada Alquran.

Al-Maidah 51 jelas jelas menyampaikan bahwa orang yang kita percaya saja tidak boleh apalagi pemimpin.. orang yang kita percaya belum tentu pemimpin, tetapi pemimpin sudah pasti orang yang kita percaya.

Itu tidak berarti kita tidak boleh berbicara dengan mereka. Itu artinya, apabila kita menjaga persahabatan, itu tidak masalah. Namun sebagai pelindung, apabila kita Islam untuk mencari perlindungan kepada Allah dan hanya mempercayai Allah. Alquran menyatakan untuk sebagai pelindung, Alquran bilang hanya muslim saja.

Jika ada pilihan, pelindung Muslim atau non-Muslim, Alquran mengatakan, pilih yang Muslim. Jika tidak, Allah tidak akan memberi pertolongan.

Jelas sekali bahwa ayat ini larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang posisi-posisi strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin.

DR Zakir Naik juga menjelaskan Islam adalah agama paling toleran di dunia. Islam, agama yang dapat menyatukan seluruh umat manusia untuk tujuan kedamaian.

Islam berarti damai dan pasrah terhadap Allah Ta'ala tetapi Islam tidak toleran terhadap hal-hal tertentu seperti alkohol, prostitusi, dan korupsi dan kemaksiatan lainnya.

Isu mengenai Islam yang tidak baik disebarkan oleh pihak yang tidak menginginkan terciptanya kedamaian di dunia, mereka akan memanfaatkan situasi tidak ada kedamaian, hal ini diungkapkan beliau ketika menanggapi pernyataan bahwa Islam kerap terkait dengan aksi radikalisme dan terorisme.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.