Astaghfirullah.. Beri Label "BAHAYA LATEN EKSTREMIS" ke Umat Islam dan Ulama, Marissa Anita Justru Jadi Special Guest di Acara #PPItlTalks Leeds



[PORTAL-ISLAM]  Kicauan presenter non aktif NET TV Marissa Anita yang menuding kemenangan pasangan Anies Baswedan sebagai bentuk bahaya laten ekstremisme yang perlu diwaspadai, telah menimbulkan keresahan bagi umat muslim di Indonesia.


Tak hanya kalangan muslim, kalangan umat Kristiani pun turut merasa prihatin atas kicauan Marissa yang dinilai memperkeruh suasana berbangsa di Indonesia yang sedang tercabik-cabik pasca laku dan ucap seorang Basuki Tjahaja Purnama.

"Duh suasana lagi genting gini, malah nuding bawa-bawa ekstremis, jadi public figure bukan bikin adem malah manas-manasin," tulis Leonard Sitorus, seorang jemaat HKBP Cempaka Putih Jakarta, melalui grup What'sApp, 21 April 2017.

Kicauan Marissa Anita akhirnya juga membuat pihak NET TV kewalahan hingga menganggap perlu membuat sebuah klarifikasi terkait status kepegawaian Marissa.

Kecaman publik baru mereda setelah Marissa Anita mendeaktivasi akunnya 22 Aoril 2017.

Kini, publik dikejutkan oleh kemunculan Marissa Anita sebagai special guest dalam acara #PPITalks, sebuah acara diskusi yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Leeds, kota terbesar keempat di Inggris yang berada 196 mil Barat Daya London.

Dalam website resmi PPI Leeds, acara diskusi bertema, "Speak Up, Modern Woman" diselenggarakan tanggal 29 April 2017. (Link: www.ppi-leeds.com)

"Ya benar sekali, acara ini terbuka untuk umum," tulis Dian Sekretaris PPI Leeds saat dikonfirmasi, Selasa 25 April 2017.

Promosi kegiatan ini juga dilakukan melalui berbagai akun sosial media termasuk facebook dan instagram.



Sangat disayangkan, acara yang sangat positif ini menghadirkan Marissa Anita --seseorang yang dengan enteng "speak up" di media sosial tanpa berpikir panjang akibatnya bagi para pembacanya-- sebagai special guest.

Pencantuman status pekerjaan Marissa Anita sebagai News Anchor Morning Show di NET TV juga mengundang pertanyaan seorang netizen.
Pasalnya, Dede Apriadi, Pemimpin Redaksi NET TV secara resmi membantah bahwa Marissa Anita masih aktif sebagai presenter di NET TV.

Jika Marissa Anita memang sudah tidak aktif lagi di NET TV, maka digital flyer terkait acara #PPITalks Leeds yang melibatkan Marissa Anita, menjadi sebuah informasi yang menyesatkan.

Namun jika info yang disampaikan  PPI Leeds bahwa Marissa Anita memang benar masih aktif sebagai jurnalis NET TV, maka pihak NET TV telah melakukan kebohongan publik.

Ada satu hal lagi yang mungkin harus dikaji ulang oleh pihak PPI di Leeds. Mendatangkan seorang yang dengan mudah melabeli sebuah kelompok sebagai ekstremis yang laten (sebuah tudingan tanpa bukti yang luar biasa keji dan menyakitkan) sebagai tamu spesial, terutama dengan tema "SPEAK UP", rasanya sangat tidak bijak.

Marissa memang dengan lantang sudah "speak up" tentang kelompok umat Islam yang ditudingnya ekstremis.

Sayangnya, Marissa tidak punya cukup nyali untuk meminta maaf atas kekacauan yang sudah ditimbulkan melalui tulisannya.

Setiap orang yang berani bicara jujur dan lantang, semestinya sadar dan berani menanggung risiko dari tiap ucapan dan lakunya.

Sayangnya, sebagai perempuan modern yang sudah berani bicara lantang dan jujur secara terbuka tanpa rasa takut, Marissa Anita tidak memiliki nyali untuk meminta maaf.

Sosok seperti inikah yang ingin ditampilkan PPI Leeds sebagai wajah perempuan modern yang speak up?

Semoga saja tidak...

------------------------

Mudah-mudahan beberapa tanggapan netizen di bawah ini dapat menggambarkan suasana umat muslim yang terluka akibat kicauan Marissa Anita.