Ujian Ukhuwah Dalam Jamaah


"Ujian Ukhuwah"

Lama tidak tersiar kabar tentang nasib Ustad kita Gatot Pujo Nugroho tentang persoalan beliau. Namun beberapa minggu lalu saya terkaget melihat beliau di layar kaca. Badannya kurus, lesu, terlihat dari pipinya yang tidak lagi menebal. Saya kira jarang dari ikhwah kita yang menaroh perhatian kepada beliau. Dan sampai saat inipun menurut info tidak ada pendampingan hukum dari jamaah kita. Saya harap info itu tidak benar.

Masalah beliau memang berat, 3 kali vonis dari 3 perkara pidana yang ia hadapi. Maret 2016 beliau divonis 3 tahun penjara atas tuduhan suap kepada hakim PTUN. November 2016, beliau kembali di vonis 6 tahun penjara atas dakwaan penyalahgunaan dana bansos. Dan yang terbaru, beliau kembali terkena vonis pengadilan 4 tahun penjara karena terbukti melakukan suap kepada Anggota DPRD awal Maret 2017 ini.

Beliau sekarang menghadapinya sendirian, beliau juga telah menyatakan tidak lagi bersama jamaah ini.

Itulah realita ikhwah, kita berjuang bersama dakwah ini bukan tanpa resiko. Bisa saja kita akan terjatuh dalam satu titik dalam menjalankan amanah dan tidak ada uluran tangan disaat kita membutuhkan. Kita ingat, ustad Gatot adalah pembuka dakwah di tanah Sumatera, beliau juga salah satu kader berprestasi dengan mampu duduk di pimpinan tertinggi Sumatera Utara. Bahkan pasca Badai, beliaupun mampu memenangkan pertarungan di Pilgub Sumut waktu itu. Namun sekarang siapa Gatot dimata jamaah kita? Mungkin hanya cerita masa lalu.

Memang itulah ujian, ujian bersama jamaah manusia. Hanya kepada Allahlah kita hanya bisa bersandar dan mengharap Ridho. Bukan kepada manusia. Karena Allahlah tempat kita meminta pertolongan dikala sulit.

Kita sering mendengar ketika ada ikhwah kita yang mendapatkan prestasi, maka dengan mudahnya kita mengatakan, "Itu Ikhwah Kita" meskipun sebenarnya tidak ada peran jamaah atas kesuksesannya, seakan-akan lingkaran itulah penyebab segala kesuksesan. Namun bagaimana disaat ada kader dakwah ada dalam kondisi terpuruk dan jatuh?

Semoga saja kita tetap dalam tautan hati baik dalam keadaan ringan ataupun sulit. Karena doa Robithoh selalu kita baca saat menutup lingkaran pekanan kita.

Cafe Santri
22:00
21 Maret 2017

(Arka Atmaja)