TUH KAN TERBUKTI! Populi Center: Ahok-Djarot Gunakan Simbol Agama


[PORTAL-ISLAM]  Disebut-sebutnya Ahok sebagai tokoh nasional paling islami oleh para pendukungnya, menjadi sebuah bukti kuat adanya upaya penggunaan istilah dan simbol Islam yang sengaja dilekatkan dengan sosok Ahok.

Tengok saja kicauan lawas pentolan Jaringan Islam Liberal Saidiman Ahmad yang memuji-muji Ahok.
Tak hanya itu, upaya untuk menempatkan Ahok sebagai sosok islami yang sempurna, dipertajam dengan mendekatkan partai-partai partai berbasis massa Islam ke kubu pasangan nomer urut 2 Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat.

Upaya mendekatkan partai-partai berbasis massa islam ke kubu Ahok-Djarot, disebut lembaga survei Populi Center hanya menjadi sarana simbolis bagi pasangan tersebut untuk meraih simpati publik yang berujung pada pemecahan suara umat Islam.

“Dukungan PPP dan PKB lebih kepada simbolik, bahwa Ahok Djarot yang dianggap penista dan didukung partai sekuler bisa didukung partai Islam,” papar Direktur Populis Center Usep S Ahyar, di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2017.

Usep memandang bahwa simbol Islam masih cukup berpengaruh terhadap suara pemilih di Jakarta. Hal ini juga mulai disadari oleh tim pemenangan Ahok-Djarot.

“Pemakaian simbol itu misalnya saat Ahok salaman dengan Raja Salman, lalu foto Djarot sekarang pakai peci,” ucapnya.

Usep juga melihat bahwa pradigma masyarakat Jakarta yang rasional. Ternyata masih tidak berlaku bila melawan isu keagamaan.

“Simbol agama, ternyata laku di Jakarta,” pungkasnya.

Maka tak heran, jika pendukung Ahok-Djarot semakin gencar menggunakan simbol dan isu agama untuk menjatuhkan pasangan Anies-Baswedan. Tujuannya satu. Memecah solidnya suara umat Islam.