SESUDAH GEGER BARU NGAKU, Ishomuddin: Saya Bukan Doktor dan Belum Haji


[PORTAL-ISLAM]  Salah satu saksi ahli agama dari terdakwa kasus penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kiai Ishomuddin, akhirnya angkat bicara usai kehadirannya sebagai saksi yang meringankan Ahok akhirnya berbuntut kegaduhan.

Ahmad Ishomuddin akhirnya mengaku belum bergelar Doktor, dan juga belum bergelar Haji.

"pendidikan formal terakhir saya adalah Strata 2 konsentrasi Syariah. Saya memang belum bergelar Doktor, meski saya pernah kuliah hingga semester tiga di program S3 dan tinggal menyusun disertasi, namun sengaja tidak saya selesaikan," tulis Ishomuddin.

"benar saya belum haji..," tulisnya lagi.

Dengan gagah berani, Ahmad Ishomuddin bahkan menegaskan, bahwa ia siap menanggung segala risiko untuk hadir sebagai saksi yang meringankan seorang terdakwa penista agana.

"Saya menyadari betul dan sudah siap mental menghadapi risiko apa pun,  termasuk mempertaruhkan jabatan saya," tulisnya lagi.

Sumber: www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/03/24/onb2uw320-dituding-lakukan-pembohongan-publik-begini-klarifikasi-lengkap-kiai-ishomuddin

------

Meski telah mengaku bukan seorang Doktor dan bukan pula seorang yang telah menunaikan ibadah haji, namun ada hal yang Ishomuddin lalaikan, entah sengaja atau tidak.

Dalam sampul buku "7 Dalil Umat Islam DKI Dalam Memilih Gubernur", jelas terpampang nama KH DR. Ahmad Ishomuddin. Pun dalam kata pengantarnya, sekali lagi jelas tercantum nama KH DR. Ahmad Ishomuddin.

Pertanyaannya, jika benar Ahmar Ishomuddin bukan Doktor dan Haji seperti pengakuannya, mengapa ia tidak pernah berupaya mengklarifikasi buku yang sudah beredar luas tersebut?

Jika benar Ishomuddin bukan Doktor dan Haji, apakah ini artinya tim penginisiasi terbitnya buku tersebut sengaja melakukan pembohongan publik?

Siapa yang berbohong?