Pernah Ditegur Allah, Inul Tak Introspeksi Malah Hina Ulama


[PORTAL-ISLAM]  Seorang netizen yang gemas dengan polah tingkah Inul yang berani menghina ulama, akhirnya berkicau mencoba mengingatkan Inul.
Teguran Allah yang dimaksud, adalah sebuah peristiwa kebakaran di Inul Vizta Manado yang menewaskan 12 orang pengunjung pada tahun 2015 silam.

Selain korban tewas, ada 71 korban yang mengalami luka-luka akibat insiden ini.

"Korban luka-luka ada 71, tersebar di beberapa rumah sakit. Ada yang lecet-lecet dan sesak napas juga," kata Kapolres Manado, Kombes Rio Permana, saat dikonfirmasi, Ahad, 25 Oktober 2015.

Seluruh korban merupakan pengunjung. Rio mengatakan saat kebakaran terjadi para pengunjung sedang berkaraoke. Mereka panik karena karena banyak asap dan lampu mati.

"Ini kan malam Minggu, kan jadi ramai. Mereka panik dan lampu juga mati, pada berusaha keluar ada yang turun lewat jendela dari lantai 3," katanya,.

Para korban luka ada yang sudah pulang ke rumah, ada juga yang masih medapat perawatan di rumah sakit.

"Saya cek tadi masih pada trauma," ucap Rio.

Rio mengatakan korban tewas dipastikan berjumlah 12 orang. Sebanyak 11 sudah bisa diidentifikasi.

"11 Sudah diketahui identitasnya, 1 belum karena nggak ada tanda pengenalnya. Keluarga korban juga sudah ada yang mengambil jenazah di rumah sakit," katanya.

Sebelumnya diberitakan kebakaran terjadi di Inul Vizta Manado Jalan AJ Sondakh, Kawasan Megamas pada pukul 01.00 WITA. Api berhasil dipadamkan pada pukul 03.30 WITA.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3052644/selain-12-tewas-ada-71-orang-luka-akibat-kebakaran-di-inul-vizta-manado

Tanpa bermaksud membuka luka lama bagi keluarga korban meninggal dalam peristiwa tersebut, semestinya momen musibah tersebut dipergunakan untuk bermuhasabah.

Namun, rupanya kemasyhuran dunia telah menggelapkan mata Inul. Alih-alih mendekatkan diri pada Allah, Inul malah semakin menjadi-jadi dengan mengakrabi seorang pejabat yang menistakan agama.

Lihat saja pernyataan Inul yang terdapat pada akun instagramnya.


Dengan sombong Inul nenuliskan bahwa ia akan mengeblok siapapun yang "menceramahinya". Sudah begitu hebatkah Inul, sampai-sampai ia tertutup untuk menerima masukan dari orang lain? Apakah Inul sudah merasa lebih suci dan lebih baik dari para ulama sehingga dapat dengan seenaknya memfitnah ulama?

Semestinya Inul ingat dan mawas diri bahwa kekayaan, kemasyuran, dan hal-hal yang bersifat duniawi lainnya tidak akan pernah bisa dibawa saat manusia mati.