Menggoreng Kasus Santa Clara, Membuka Pintu Kehancuran Persatuan Umat Islam

Photo: Courtesy of CNN

[PORTAL-ISLAM]  Kasus penolakan pembangunan gereja Santa Clara di Bekasi sempat ricuh dan membuat banyak korban luka parah.

Meski di akhir aksi unjuk rasa Kapolres Bekasi telah menjanjikan untuk menyelesaikan kasus dengan dingin dan menunda pembangunan gereja ini, namun hingga dini hari ini, Sabtu, 25 Maret 2017 masih ada banyak pihak yang memanfaatkan kericuhan ini untuk memprovokasi umat.

Provokasi tersebut sangat mudah dibaca dan nampak jelas. Contohnya, ada beberapa akun media sosial yang hanya mengunggah sepotong aksi yang menyudutkan posisi pengunjuk rasa. Tak lupa dengan menyertakan caption yang memancing emosi.
Ada pula yang berusaha keras mengaitkan kericuhan tersebut dengan ormas tertentu dan ujung-ujungnya menghubungkannya dengan pilkada Jakarta.
Biadab.

Kedua model provokator ini tak lebih hanya segelintir dari ribuan bahkan ratusan ribu orang di Indonesia yang malas mencari tahu kebenaran dan lebih menyukai keributan.

Mereka menutupi ribuan fakta mengenai pembangunan rumah ibadah non muslim yang minim bahkan tak ada gesekan dalam proses pendiriannya. Mereka menutup mata terhadap pihak gereja yang menolak lokasi yang disediakan pemda.

Dan tentu saja mereka menutup seluruh indrawi dari penderitaan kaum muslim yang koyak, baik dalam makna kiasan maupun makna sesungguhnya.

Tipe provokator ini lebih suka mencorengkan arang ke wajah damai Islam.

Sayangnya, dalam menghadapi provokasi recehan ini, sebagian besar umat Islam dan media bernafaskan Islam masih gagap dan merespon setiap provokasi dengan emosi menggebu.

Respon defensif umat Islam ini justru semakin membuat posisi umat Islam tersudut dan kemegahan wajah damai Islam yang diperjuangkan oleh jutaan umat dalam Aksi Damai Bela Islam akan hancur berkeping-keping.

Inikah yang kita inginkan?

Tentu tidak. Umat Islam harus tetap bersama-sama, menghadapi setiap isu dan provokasi dengan tenang dan kepala dingin.

Terkait kasus penolakan gereja Santa Clara, ada berapakah dari kita umat Islam atau media Islam yang mau dengan jernih mencari akar permasalahan penolakan tersebut dan menghadirkannya ke ruang publik?

Ada berapa dari kita, umat Islam dan media Islam yang lalai menghadirkan informasi akurat mengenai aktivitas keumatan warga gereja Santa Clara sehingga mereka bisa dipertimbangkan akan dan telah membahayakan iman umat muslim?

Provokasi recehan memang akan terus disebar oleh para provokator yang akan bertepuk tangan bila umat Islam hancur tercerai berai. Mereka, para provokator yang sangat mungkin menerima bayaran untuk pekerjaan kotor ini, akan menang bila wajah damai Islam berubah menjadi bengis.

Inikah yang kita mau?

Semoga tidak. Semoga umat segera sadar bahwa upaya menggoreng isu penolakan pembangunan gereja Santa Clara Bekasi Utara, merupakan sebuah pintu masuk untuk menghancurkan umat Islam!