Liburan Di Bali, Warga Melongo Tak Menyangka Pangeran Arab Saudi Sangat 'Low Profile'


[PORTAL-ISLAM] UBUD - Sebuah mobil Mercedes Benz S-Class warna hitam berhenti di halaman parkir Monkey Forest, Desa Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (8/3/2017) pukul 12.00 WITA.

Dari dalam mobil, keluar seorang pria berkepala plontos, memakai kaus oblong dan celana pendek warna hitam dan menggunakan sepatu ket.

Tidak berselang lama, pria berperawakan gempal yang merupakan bodyguard itu, langsung membukakan pintu mobil untuk Pangeran Khalid bin Bandar bin Abdulaziz al Saud.

Masyarakat setempat yang melihatnya, tidak sabar menanti keluarnya Khalid dari dalam mobil.
Ketika keluar dari mobil, warga setempat hanya bisa termangu.

Sebab tidak percaya jika pangeran hanya mengenakan pakaian sederhana: baju oblong warna abu, celana pendek kain parasut, dan sandal gunung.

Kapolsek Ubud, AKP Nyoman Wirajaya yang diajak salaman pun kaget dengan penampilan sederhana sang pangeran.

"Mereka semua pakai pakaian biasa. Pangeran juga memakai celana pendek,” ujar AKP Wirajaya.

Padahal Pangeran Khaled tenyata mengemban jabatan penting.

Dikutip dari media Saudi, Al Arabiya, Pangeran Khaled diketahui menjabat sejumlah posisi strategis di bidang pemerintahan.

Diantaranya adalah penasihat Raja Salman yang diemban sejak Januari 2015 hingga sekarang.

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Intelijen Kerajaan Arab Saudi.

Melalui keputusan Kerajaan pada Juli 2014, Pangeran Khaled ditunjuk sebagai penasihat dan utusan khusus Raja, jabatan setingkat Menteri.

Dengan mengemban jabatan itu, Pangeran Khaled berhenti dari jabatan Wakil Menteri Pertahanan yang baru dijabat pada 14 Mei 2014.

Selain jabatan tersebut, Pangeran Khaled pernah menjadi sebagai Gubernur Provinsi Riyadh. Ia dilantik pada 14 Februari 2013.

Pangeran Khaled merupakan lulusan Akademi Militer Kerajaan 'Sandhurst'. Ia adalah cucu pertama dari Raja Abdulaziz al-Saud, pendiri Arab Saudi modern.

Pangeran juga salah satu petinggi di militer. Ia merupakan Komandan dari Tentara Angkatan Darat Kerajaan Saudi.

Sumber: Tribunnews, Al-Arabiya