Islam Liberal, Penyakit Mental dan Jiwa


Islam Liberal tak sama dengan Mu'tazilah. Kalau Mu'tazilah itu mereka masih punya ghirah keislaman, mereka ikut melawan aqidah-aqidah kufur dengan logikanya, mereka bahkan ikut berperang membela Islam.

Kalau Islam Liberal ini gak ada ghirah terhadap agama mereka. Mereka malah kadang mengolok-olok dan menjadikan agama mereka bahan tertawaan, selain jualan.

Saya ngobrol sama seorang Ustad murid as-Syafi'iyah alumni UIN yang dulu sempet ikut nongkrong-nongkrong di Utan Kayu. Mereka ya kerjanya diskusi Islam tapi pas azan sholat ora iya ora embuh, cuek habis.

Sakit, jelas itu penyakit mental dan jiwa. Mereka seperti orang-orang yang datang dari pelosok kampung ke kota untuk belajar lalu kaget dan gegar budaya. Merasa kolot dengan keislaman dan pemikiran mereka, mencoba-coba menjadi "modern". Padahal yang di kota malah lagi pada haus-hausnya akan Islam yang jernih dan teduh. Lihat saja, kebanyakan yang jadi Liberal asalnya dari mana dan paham keagamaannya dulu seperti apa?

Haqqul yakin, awal kesesatan mereka bukan dari pemikirannya. Tapi dari penyakit mental mereka terhadap agama mereka sendiri. Sebab, mereka dah gak ada ghirah sama sekali. Itulah bedanya mereka dengan Mu'tazilah.

(Rudi Wahyudi)