[INTROSPEKSI] Menonjolkan Ego Kelompok, Akhirnya Kafir pada Keprok


[Introspeksi]

Sewajarnya, kajian Sunnah dengan cara Sunnah. Mengajak tanpa mengejek. Menyentuh tanpa menimpuh. Memberi ruang tanpa membuang.

Sewajarnya NU itu menghormati ulama. Semua ulama. Pendiri NU mencontohkan, menghargai perbedaan. Toleransi. Ke orang kafir toleran, kok ke sesama Muslim radikal.

Sewajarnya teriakan khilafah menyatukan bukan mengkotakkan. Teriak Khilafah tapi menyudutkan Raja Salman dan Tuan Erdogan, tentu keanehan.

Sewajarnya, aktivis dakwah membuka hati terbuka pikiran. Damai itu indah... WasShulhu khair. Damai, rukun, harmoni di internal sendiri saja susah..Jangan harap bisa mendamaikan dunia.

Nampak bukan? Islam terpojok, bukan karena Musuh Islam kuat. Namun internal umat Islam sendiri yang sibuk main tonjok. Menonjolkan ego kelompok. Akhirnya kafir pada keprok.

(Ust. Nandang Burhanudin)