Ini Perjuangan 6 Kader PKS Yang Menang di Pilkada 2017


[PORTAL-ISLAM] Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilkada serentak 2017 berhasil memenangkan 6 (enam) kadernya dalam pertarungan Pilkada. Perjuangan enam kader itu tidaklah mudah untuk mendapatkan kemenangan. Siapa mereka dan bagaimana kisah Perjuangan mereka? Berikut ringkasannya.

1. Muhammad Haris (Salatiga) Menang Head to Head Hadapi PDIP

Muhammad Haris merupakan Wakil Walikota Salatiga periode sebelumnya. Sempat diberitakan di awal-awal akan “pisah ranjang” dengan Walikota Salatiga Yulianto, namun pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali bersama maju untuk periode kedua mereka. Mereka mantap maju bersama dengan membawa tag line "Salatiga Kondusif".

Namun perjalanan tidaklah mudah, karena calon lain didukung penuh oleh PDIP yaitu Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit. Karena calon hanya dua pasang, pertarunganpun sengit. Dengan modal yang sangat kuat, pasangan ini memberikan perlawangan yang berat. Meskipun berstatus incumbent, pasangan Yulianto-Haris tetap bekerja keras agar dapat terpilih kembali dengan door to door di rumah-rumah warga.

Hingga pada akhirnya pasangan Yulianto-Haris dinyatakan sebagai Pemenang Pilkada Salatiga dengan suara 50,52% berbeda tipis dengan kompetitor mereka Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit yang mendapatkan suara 49,48%.

2. Insyafuddin (Aceh Tamiang) Kalahkan Telak Incumben

Berstatus penantang tidak lantas membuat Insyafuddin berkecil hati untuk tetap berjuang maju di Pilkada Aceh Tamiang 2017. Berstatus sebagai Calon Wakil Walikota, ia berpasangan dengan H. Mursil dengan tagline "Bermutu Selamatkan Aceh Tamiang". Bermutu merupakan singkatan dari Bersama Mursil dan Tengku Insyafuddin. Perjuangan pasangan Bermutu ini tidaklah mudah, selain melawan incumbent yaitu Hamdan Sati dan Izwardi ia juga harus melawang 3 penantang lainnya sehingga jumlah Calon dalam Pilkada Aceh Tamiang berjumlah 5 pasang calon.

Pertarunganpun berjalan cukup sengit, terutama dengan pasangan Incumbent Hamdan Sati dan Izwardi. Namun pada akhirnya berdasarkan real count KPU, pasangan ini berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan 32,57% atau setara dengan suara 39.552 suara. Incumbent Hamdan Sati dan Izwardi  harus mengakui keungulan pasangan bermutu dengan hanya mendapatkan suara 27,30% atau setara dengan 33.154 suara.

3. Ayat Cahyadi (Kota Pekanbaru) Menang Mutlak Karena Kinerja

Ayat Cahyadi dalam Pilkada 2017 Kembali berpasangan dengan Firdaus. Ayat Cahyadi sebagai Calon Wakil Walikota dan Firdaus sebagai Calon Walikota. Formasi ini sama seperti lima tahun lalu. PKS mempertahankan pasangan ini mengingat kinerjanya dalam memimpin Kota Pekanbaru selama 5 tahun ini yang berjalan sangat baik. Kota Pekanbaru banyak mendapatkan penghargaan. Terakhir Pekanbaru mendapatkan penghargaan dari Kementrian Perhubungan dan Kesehatan. total sudah lebih dari 25 penghargaan diraih Kota Pekanbaru.

Meskipun berstatus incumbent, perjuangan memenangkan Pilkada tidak juga mudah, Incumbent harus melawan 4 penantang baru. Namun karena prestasi yang baik selama menjabat, masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada pasangan ini. Pasangan Firdaus Ayat Cahyadi menang telak 33,07% atau setara dengan 94.118 suara selisih 13% dengan penantang utamanya M. RAMLI dan Irvan Herman yang hanya memperoleh suara 20,95% atau setara dengan 59.613 suara.

4. Riza Falepi (Payakumbuh) Menang Karena Rakyat Percaya

Riza Falepi adalah Walikota incumbent yang cukup sukses, sehingga kader PKS ini percaya diri menyatakan kembali maju di Pilkada 2017. Meskipun berstatus Incumben Riza tidalah mudah, karena Wakil Walikota Incumben Suwandel Muchtar memilih “pisah ranjang” untuk maju sendiri sebagai Calon Walikota. Meskipun ditantang oleh Wakil Walikotanya sendiri, Riza tidak berkecil hati, Riza akhirnya menggandeng pengusaha Erwin Yunas sebagai pasangannya.

Berbekal prestasi yang sangat banyak, puluhan penghargaan dan prestasi peningkatan produksi padi dua kali lipat dari 3,5 Ton menjadi 7,8 Ton ketika harga BBM naik, masyarakat pada akhirnya percaya kepada kapasita Riza Falepi untuk memimpin kembali Kota Payakumbuh.

Berdasarkan Real Count KPU, pasangan Riza Falepi-Erwin Yunas memenangkan Pilkada Payakumbuh dengan 43,63% atau setara dengan 24.946 suara. Suara ini lebih banyak dibandingkan dengan penantang utamanya Suwandel Muchtar dan Fitrial Bachri yang mendapatkan suara 37,03% atau setara dengan suara 21.174 suara.

5. Syamsari (Takalar) Menang Karena Nekat

H. Syamsari Kitta, S.Pt., MM., kader PKS ini akhirnya nekat maju sebagai calon Bupati Takalar. Nekat karena yang dilawan bukanlah sembarangan, yang dilawan adalah Incumbent yang kembali berpasangan yaitu Walikota Burhanuddin dan wakilnya Ibrahim. Mereka memutuskan kembali berpasangan dan maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada 2017 ini. Hampir tidak ada calon lain yang berani menantang pasangan incumbent ini, sampai pada akhirnya Kader PKS Syamsari ini nekat maju sebagai penantang. Sehingga hanya ada dua pasang calon.

Syamsari maju berpasangan dengan Haji Achmad Daeng Sere. Dengan mengedepankan program-program nyata kepada masyarakat, ternyata membuat pasangan ini mendapatkan kepercayaan. Program yang dijanjikan diantaranya Bantuan sapi per KK  petani, bantuan minimal 1000 traktor dan 5.000 pompa air serta bibit tanaman produktif, penangkaran benih padi setiap kecamatan dan perbaikan irigasi, bantuan sarana prasarana nelayan dan budidaya rumput Laut dan banyak program lainnya.

Akhirnya berdasarkan Real Count KPU, pasangan PKS Syamsari Achmad mendapatkan suara 50,58% atau setara dengan suara 88.113 suara. Suara ini lebih banyak dari suara incumbent yang hanya mendapatkan suara 49,42% atau setara dengan 86.090 suara.

6. Sulkarnain (Kendari) Menang dengan Program Green

Sulkarnain memastikan diri maju sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Calon Walikota dari PAN Adriatma Dwi Putra. Menghadapi dua kandidat lainnya, Koalisi PKS dan PAN ini berhasil memenangkan PIlkada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sulkarnain yang juga menjabat sebagai ketua DPD PKS Kendari ini bersama pasangannya membuat program-program yang membumi dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pasangan cerdas membawa program Green diantaranya Clean dan Green City yang fokus pada kebersihan, pengelolaan sampah dan penghijauan wilayah daratan. Program kedua Smart Green City yang fokus pada kebersihan wilayah daratan, pencemaran air dan pencemaran udara dan yang ketiga Livable City yang untuk mewujudkan kota layak huni. Program ini menjadi perhatian pemilih dan berhasil memenangkan PIlkada Kendari.

Berdasarkan Real Count KPU, pasangan Adriatma dan Sulkarnain meraih suara 40,99% atau setara dengan 62.019 suara. Suara ini berhasil mengalahkan pasangan Abdul Rasak dan Haris Andi, pasangan yang didukung penuh oleh walikota dua periode sebelumnya ini hanya mendapatkan suara 36,86% atau setara dengan 55.769 suara.

Sumber: PKS