Hapus Berita 489 TPS yang Menangkan Ahok-Djarot, Ada Apa dengan Kompas?


[PORTAL-ISLAM] Kompas.com menghapus berita berjudul “Eep Saefulloh:489 TPS yang Dimenangkan Ahok-Djarot terkonsentasi DPTb dalam Jumlah Besar” beberapa jam setelah ditayangkan Selasa (14/3/2017) kemarin sekitar pukul 9.00 WIB, tanpa penjelasan.

Link: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/14/09243041/eep.saefulloh.489.tps.yang.dimenangkan.ahok-djarot.terkonsentasi.dptb.dalam.jumlah.besar


Untungnya sudah ada media online yang sempat "mengamankan" isi berita Kompas.com yang dihapus tersebut.

Disebutkan dalam berita itu, sebanyak 489 TPS yang hampir seluruhnya dimenangkan pasangan Ahok -Djarot pada Pilkada 15 Februari silam, memiliki jumlah DPT tambahan dalam jumlah yang besar.

Temuan itu diungkapkan oleh CEO and Founder PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah saat berkunjung ke redaksi harian Kompas, Senin malam lalu. Polmark adalah konsultan politik pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Kami mencari di mana sajakah kumpulan suara itu terkonsentrasi. Salah satu yang kami temukan, ada sejumlah TPS, tepatnya 489 TPS, yang kalau dirata-rata kemenangan Basuki-Djarot itu 96 persen," kata Eep sembari memperlihatkan data melalui proyektor.

Eep menjelaskan, dalam penelitian yang sama, di TPS-TPS tersebut, juga terjadi konsentrasi DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dalam jumlah besar.

Meski begitu, pihaknya belum meneliti lebih lanjut apakah ada kaitannya antara tingkat kemenangan Ahok-Djarot yang signifikan dengan besarnya jumlah DPTb.

Eep juga menyinggung perjalanan Anies-Sandi dari awal mencalonkan diri hingga hari pemilihan.

Berdasarkan survei internal yang dilakukan PolMark Indonesia, terdapat peningkatan tingkat elektabilitas secara bertahap dan makin menajam naik mendekati hari pemilihan.

"Hal tersebut disebabkan kampanye Anies dan Sandi yang konsisten pada isu primadona, yaitu lapangan kerja, pendidikan, biaya hidup, ditambah dengan butuhnya pemimpin yang mempersatukan," kata Eep.

***

SAMPAI SAAT INI BELUM ADA PENJELASAN KOMPAS MENGAPA BERITA TSB DIHAPUS


(DATA BEBERAPA TPS AHOK-DJAROT MENANG MUTLAK)