DITONTON JUTAAN ORANG, VIDEO MAKJLEB Penjelasan Penasihat Obama Tentang JILBAB


[PORTAL-ISLAM] Sebuah video kontroversial yang telah ditonton jutaan netizen, sepertinya cukup menarik untuk disimak di saat terjadi silang pendapat mengenai penggunaan jilbab dan hijab.

Dalam video singkat bertajuk Hubungan Penggunaan Hijab dan Penindasan Terhadap Perempuan, Dalia Mogahed, penasihat Mantan Presiden Obama bidang Keislaman, memberikan jawaban telak yang berhasil mengguncang dunia dan membuat para liberalis dan feminis bereaksi keras.

Hadir sebagai narasumber di Daily Show yang dipandu Trevor Noah, awalnya Dalia mendapat pertanyaan menohok dari Trevorn Noah, terkait hijab yang dikenakan Dalia.

Trevor menanyakan mengapa Dalia berpakaian seperti itu, merujuk pada hijab yang digunakan Dalia.

Dalia menukas cepat bahwa ia tidak pernah mengalami "bad hair day", saat-saat di mana rambut bermasalah sehingga perlu ditutupi dengan penutup kepala.

Dalia pun kemudian membalas pertanyaan Trevor dengan sebuah pernyataan fenomenal.

"Saat kita berbicara tentang penindasan, saya kira konsepnya sangat penting dan menarik karena penindasan berarti mengambil alih kekuatan sesorang, betul? Sementara penggunaan hijab pada dasarnya adalah upaya 'privatisasi' seksualitas perempuan. Itu adalah esensi penggunaan hijab pada perempuan. Jadi, apa yang ingin kita katakan, saat kita mengatakan bahwa dengan mengambil alih atau memprivatisasi seksualitas perempuan, kita menindas perempuan? Apa artinya itu, dan apakah sumber kekuatan seorang perempuan?"

Trevor Noah pun menjawab, "Kita sedang mengatakan bahwa seorang perempuan memiliki kekuatan jika dia terlihat seksi... di hadapan publik?"

Dalia pun menjawab, "Ya, benar."

Lalu Trevor pun menjawab, "Apa saya menangkap inti permasalahannya?"

Dalia: "Ya, benar."

Penjelasan singkat Dalia yang kurang dari 45 detik ini sontak menjadi buah bibir di seluruh dunia.

Banyak respon negatif yang ditujukan kepada Dalia.

Umumnya mereka menolak anggapan bahwa perempuan akan dinilai kuat jika terlihat seksi di depan publik. Atau dengan berhijab, perempuan akan 'aman' dari tindak kejahatan seksualitas yang dilakukan oleh laki-laki.

Tapi sayangnya, bukan itu benang merah yang ingin diurai Dalia. Dalia justru menegaskan bahwa penggunaan hijab adalah hak sekaligus kewajiban perempuan muslim.

Perempuan muslim berhak sekaligus berkewajiban menutup tubuhnya sebagai bagian upaya melindungi hak milik yang paling pribadi untuk tidak menjadi konsumsi publik.

Berjilbab secara penuh adalah upaya melindungi hak milik yang paling pribadi, sebuah hak yang bila dilakukan sekaligus akan memenuhi kewajiban seorang perempuan untuk menaati kalam Allah.

Berhijab dan berjilbab artinya seorang perempuan menyadari penuh bahwa tubuhnya bukanlah milik publik, sehingga bisa dipapar dengan bebas. Tubuh perempuan begitu mulia karena pada tubuh itulah, kelak Allah menitipkan kehidupan baru.

Berhijab dan berjilbab adalah sebuah hak sekaligus kewajiban seorang muslimah. Perempuan yang menyadari kemuliaan tubuhnya, tidak akan pernah merasa tertindas dan terpaksa untuk berhijab dan berjilbab.

Sebagai catatan, yang tak kalah menarik, mereka yang mengambil bagian dalam diskusi menentang penggunaan jilbab dan hijab, datang dari kelompok laki-laki dan kelompok non muslim. Lucu bukan? Kedua kelompok ini merasa berhak menghakimi bahwa hijab dan jilbab adalah bentuk penindasan kepada perempuan sementara mereka bahkan bukan bagian dari kelompok yang berhak dan berkewajiban menggunakan hijab dan jilbab.