Dilaporkan ke KPK, Anies Tanggapi Santai: "Harap Sabar Ini Ujian"


JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari tentang laporan terhadap dirinya ke KPK. Menurutnya, laporan itu lebih baik dijelaskan oleh pihak pelapor.

"Sebenarnya lebih baik yang jelasin yang lapor ya. Saya juga nggak tahu apa yang dilaporin apa, dan hari gini sudah mau pilkada ada muncul laporan-laporan yang macam-macam. Ya saya ya Sandi, lucu-lucu saja itu. Biarlah yang melapor yang menjelaskan," kata Anies seusai salat Jumat di Masjid Al-Mughni, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

Cagub yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga mempersilakan masyarakat melihat laporan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang saat itu dipimpinnya. Menurutnya, kalau ada penyimpangan, pasti sudah diproses sejak hal itu terjadi.

"Kalau anggaran, silakan lihat di laporan BPK itu bisa dilihat. Kadang-kadang kita lihat hanya ukurannya saja nggak lihat kegiatannya. Kalau korupsi bukan pada ukuran, tapi dilihat di mana dikorupsi. Menurut saya, yang harus jelasin yang melaporkan. Kalau ada masalah, BPK harusnya lapor dari kemarin-kemarin. Kalau BPK nggak ada laporan ya dari mana laporannya," jelas Anies.

Dia pun meminta para pendukungnya bersabar menghadapi segala tudingan terhadap dirinya dan Sandiaga Uno. Dia menjelaskan tetap fokus pada program untuk memajukan Jakarta.

"Jadi harap sabar, ini ujian. Jadi banyak sekali ini bermunculan, saya berharap ke kita semua untuk bersabar. Jangan kaget, akan selalu bermunculan yang lucu-lucu seperti ini. Biarlah mereka yang menuduh yang berikan bukti-buktinya," ujarnya.

"Kami akan konsentrasi pada program, penyediaan lapangan kerja, pendidikan, kebutuhan pokok yang terjangkau," imbuhnya.

Sebagai informasi, Anies Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan penyimpangan penggunaan dana dalam pameran Frankfurt Book Fair 2015. Laporan tersebut dibuat oleh Andar Mangatas Situmorang pada Kamis (9/3) kemarin.

Pihak KPK pun mengonfirmasi adanya laporan itu. Menurut KPK, semua laporan yang masuk akan ditelaah lebih lanjut.

Sumber: detik