Silaturahim yang Dinanti-nanti Umat Islam Indonesia dengan Raja Salman


Penulis: Thamrin Dahlan*

Terus terang awak terharu ketika membaca catatan Kang Tubagus Encep Encep di media sosial. Catatan kecil berbunyi begini: Salah satu tujuan Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia adalah untuk menyeka air mata umat islam yang belum mendapat perhatian optimal dari pemerintahnya sendiri.

Keterharuan itu menyesak didada bukan karena ada kesedihan yang menyelinap dihati ini namun demikianlah kondisi umat Islam Indonesia di negerinya sendiri. Bisa jadi perasaan ini mewakili perasaan sahabat yang ikut Aksi Bela Islam 411 dan 212. Namun diluar itu ada juga sobat yang berpandangan lain. Tapi biarlah kita berbeda pendapat asalkan kita masih bersatu teguh dengan tetap menpedomani Al Qur'an dan Hadist. Toch akhirnya nanti kebenaran sejati akan tiba pada waktunya.

Raja Arab Saudi memang sebenar raja di raja. Betapa tidak, bukan hanya pekara kehebohan yang terjadi di tanah air namun kedatangan Beliau telah menyita perhatian semua pihak. Tidak semua kepala negara di muka bumi ini yang mendapat pelayanan super VIP dilihat dari sisi persiapan tuan rumah. Pihak tamu yaitu Kerajaan Saudi Arabia tampaknya tak pula ingin terlalu merepotkan protokoler tuan rumah. Staf Kerajaan Arab Saudi terutama di jajaran Duta Besar telah menyiapkan segala sesuatu fasilitas untuk kenyamaan Baginda Raja.

Kenyamanan yang bukan di buat buat namun begitulah standard operasional procedure (SOP) pelayanan maximal yang dipersembahkan. Tentu saja semua persiapan itu disesuaikan dengan kondisi fisik Raja Salman yang berusia 81 tahun. Bukan mengada-ada ketika tangga pesawat sengaja di datangkan dari negeri asal. Tangga pesawat khusus itu memiliki kemampuan khusus sejenis eskalator sehingga Raja tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga ketika turun dari pesawat.

Demikian pula Gedung DPR dan Masjid Istiqlal mempersiapkan diri melakukan sedikit penyesuaian setelah bekerja sama dengan pihak kedutaan Arab Saudi. Faktor keamanan menjadi perhatian khusus dengan mendatangkan sebegitu banyak askar dalam rombongan Raja Salman. Sekali lagi ini King of the king di zaman modern yang mungkin hanya satu satunya masih tersisa di dunia.


Kembali kepada antusias umat Islam menerima tamu agung, momentum kedatangan Raja Salman memang tepat waktu dikala Aksi Bela Islam marak dalam beberapa bulan ini. Bisa jadi berkumpulnya umat Islam sebanyak 7 juta orang di Aksi Bela Islam menjadi salah satu perhatian pihak Kerajaan Arab Saudi. Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia tentu melaporkan secara berkala ke Raja terkait perkembangan umat Islam disini sesuai dengan bidang tugas. Namun informasi yang Raja Salman terima tentu bukan dari satu arah saja.

Oleh karena kehadiran Raja Salman setelah 47 tahun lalu kedatangan Raja Arab Saudi di Indonesia bisa menguntungkan kedua belah pihak. Perjanjian ekonomi dan kuota haji sudah pasti menjadi agenda utama pembicaraan Presiden Jokowi dan Raja Salman. Selain itu kita berharap umat Islam Indonesia mendapatkan support semangat dari tanah suci setelah medengarkan pidato Raja Salman di beberapa kesempatan selama di Indonesia.

Sebagai negara yang memiliki umat Islam terbanyak di dunia awak kira Raja Salman akan mengapresiasi pola pendidikan di Indonesia. Seperti kita ketahui Pesantren, Madrasah dan Perguruan Tinggi Islam merupakan media terbaik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jadi kita berharap ada bantuan luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi di sektor pendidikan.

Awak tak ingin bicara soal politik disini dikaitkan dengan kehadiran Raja Salman. Biarlah kehadiran beliau ini kita nilai sebagai silaturahim antara sesama umat Islam dari kultur budaya yang beragam. Di balik itu semua kearifan dan kebijakan seorang Raja yang berasal dari tanah suci paling tidak menciptakan perimbangan kekuatan negara adidaya dan China dalam bersinergi membangun Indonesia Raya.

Terakhir awak melihat bahwa kedatangan Raja Salman di Indonesia merupakan kunjungan balasan dari Presiden Jokowi. Bukan hanya kunjungan Jokowi, coba perhatikan setiap hari ribuan umat Islam Indonesia berdatangan ke tanah suci Makkah dan Madinah dalam rangka menjalankan ibadah umroh. Belum lagi jamaah haji Indonesia yang merupakan kafilah terbesar yang tentu mendatangkan devisa bagi Kerajaan Arab Saudi. Selain itu terdapat pula puluhan ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah disana.

(Dukungan kedatangan Raja Salman. Di CFD Bundaran HI, 26/02/2017) 

Sungguh sayang ketika kedatangan tamu istimewa di awal bulan Maret 2017 awak sedang tidak berada di tanah air. Insha Allah kami rombongan dari Caraka Tour n Travel akan menunaikan ibadah umroh plus ke Masjid Al Aqsa Baitul Magdis selama 12 hari. Oleh karena itu melalui mimbar media social ini izinkan awak mengucapkan Ahlan Wah Sahlan untuk Khadimul Haramain dari Khadimul Masjid Jami An Nur Polsek Ciracas Jakarta Timur.

Teriing doa ke hadirat Allah SWT semoga selama berada di Indonesia Baginda Raja Salman selalu dalam keadaan sehat walafiat serta dapat melihat langsung peri kehidupan Umat Islam Indonesia.

Ahlan Wa Sahlan Baginda Raja.

__
*Sumber: Kompasiana