RAHASIA Raja Salman Memakai Cincin di Jari Kelingking, Ternyata Mencontoh Nabi Muhammad SAW


[PORTAL-ISLAM] Kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang menghebohkan publik tanah air.

Publik heboh dengan jumlah rombongan Raja Salman yang mencapai 1500 orang, termasuk 10 menteri, dan 25 pangeran, dalam rangka untuk membantu Indonesia dengan investasi dalam pembangunan infrastruktur yang diharapkan mencapai US$ 25 Miliar atau setara Rp 332,5 Triliun.

Tak ayal berbagai hal tentang sosok Raja Salman menarik perhatian publik. Salah satunya adalah Raja Salman memakai cincin di jari kelingking. Padahal biasanya orang memakai cincin di jari manis. Dan ternyata memakai cincin di jari kelingking itu meniru Nabi Muhammad SAW.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ خَاتِمُ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى هَذِهِ. وَأَشَارَ إِلَى الْخِنْصَرِ مِنْ يَدِهِ الْيُسْرَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengenakan cincin di sini.” Anas berisyarat pada jari kelingking di tangan sebelah kiri. (HR. Muslim no. 2095).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama sepakat bahwa yang sesuai sunnah, cincin pria diletakkan di jari kelingking. Sedangkan untuk wanita, cincin tersebut diletakkan di jari mana saja.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 65).

Tangan Kanan atau Kiri Boleh

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan; “Sesungguhnya Nabi ﷺ memakai cincinnya di tangan kanannya.” (Riwayat Imam at-Tirmizi)

Dari Anas dan Ibnu Umar keduanya menceritakan; “Adalah Nabi ﷺ memakai cincin di tangan kirinya.” (Riwayat Imam Muslim)

Imam Nawawi menyatakan bahwa para ulama sepakat bolehnya memakai cincin di jari tangan kanan atau pun di jari tangan kiri. Tidak ada disebut makruh di salah satu dari kedua tangan tersebut.

Para ulama cuma berselisih pendapat saja manakah di antara keduanya yang afdhal (lebih utama). Kebanyakan salaf memakainya di jari tangan kanan, kebanyakannya lagi di jari tangan kiri. Imam Malik sendiri menganjurkan memakai di jari tangan kiri, beliau memakruhkan tangan kanan. Sedangkan ulama Syafi’iyah yang shahih, jari tangan kanan lebih afdhal karena tujuannya adalah untuk berhias diri. Tangan kanan ketika itu lebih mulia dan lebih tepat untuk berhias diri dan juga sebagai bentuk pemuliaan. Lihat Syarh Shahih Muslim, 14: 66.

NB: Ternyata Habib Rizieq juga memakai cincinnya di jari kelingking.