JANGAN MENANTANG BENCANA, KARENA AKAN MENIMPA SEMUA


[PORTAL-ISLAM] Ada jenis manusia yang tak tahu diri akan nikmat yang diberikan Tuhan sehingga mendaku itu karena kehebatannya sampai lupa bahwa sesungguhnya Yang Berkuasa adalah Tuhan.

"Jakarta diguyur hukan hampir tiap hari dalam beberapa hari ini, tapi gak ada berita banjir. Serius nih gak ada yg kena banjir??"

"Hujan siang malam. Berhari-hari. Jakarta belum juga kena bencana banjir. Dan kau masih bilang Ahok gubernur gagal."

"Musim hujan kok Jakarta gak banjir2 sich? Ini pasti ada 'yang salah'"

"Jakarta ini hujan melulu sekarang, tapi banjir tak ada"

"Hujan lebat kian sering terjadi. Jakarta, kok, belum banjir, ya"

Demikian ocehan kesombongan mereka. Dikira banjir tidak banjir itu karena kehebatan manusia. Mereka seperti kaum yang tidak mengenal Tuhan. Mereka ingkar akan nikmat Tuhan. Sombong. Tidak bersyukur.

Akhirnya banjir itu datang.

Dan yang menderita adalah warga.

Inilah yang telah Allah peringatkan dalam Al-Quran...

وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةً۬ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةً۬‌ۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

"Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (QS Al-Anfal: 25)

Untuk itulah orang-orang sombong yang menantang Tuhan itu wajib diperingatkan dan ditumbangkan agar tidak menenggelamkan kehidupan manusia akibat ulah mereka.

Sebagaimana yang Rasulullah SAW ingatkan dengan perumpamaaan naik sebuah kapal.

"Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja (untuk mendapat air) sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa tenggelam (tidak hanya yang melubangi kapal). Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493)