PKS Pit-pitan Kanggo Sedaya

Bersepeda dengan cinta, demikian di sampaiakan Sukamta, P.Hd, ketua DPW PKS Yogyakarta dalam acara "PKS Pit pitan Kanggo Sedaya" (Bersepeda untuk semua-ed). Acara ini digelar dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Kerja Nasional partai putih tersebut yang rencana akan digelar di Kota Gudeg pada 24-26 Februari 2010.

Bersepeda dengan cinta maksud Sukamta adalah setiap aktifitas dari sepeda bisa dinisbatkan pada cinta diri, cinta sesama dan cinta alam. "Dengan bersepeda tubuh sehat, polusi terkurangi dan menambah persahabatan," kata Sukamta. Ditambahkannya bahwa PKS sangat menghargai keberadaan berbagai komunitas sepeda yang ada di Yogyakarta. "Memang ini tadi baru kader, besok besok kita bisa bergabung dengan komunitas sepeda yang ada," tambahnya. Sebagaimana diketahui, saat ini telah ada beberapa komunitas sepeda di Jogja Jaringan diantaranya Sepeda Hijau Kampus Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, UAJY, “Bike to Work”, Sego Segawe, Komunitas Sepeda Jaya Karyawan UAJY, dan Paguyuban Sepeda Pojok.

Seribuan kader PKS memenuhi jalan Gambiran untuk mengikuti perhelatan "PKS Pit pitan Kanggo Sedaya" ini. Berangkat sekitar 07.30 WIB start dari kantor DPW PKS Yogyakarta di Jl. Gambiran. Bergerak ke barat melewati Selatan pabrik SGM ke Kantor Pos dan singgah sebentar di Alun-alun Utara, bergerak ke timur mentok ke selatan melewati Jogja Tronik ke arah Timur lagi hingga finish kembali di kantor DPW PKS Yogyakarta di jl. Gambiran.

Tampak dalam rombongan sepeda Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq mengayuh onthel berbaur dengan peserta. Dalam nasehatnya kepada peserta yang hadir, Lutfi mengatakan beberapa?? arti penting dari sepeda. Bersepeda mengajarkan agar hidup ini tidak monoton, selalu mobile. Agar manusia senantiasa bisa beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah. Dan itulah ciri manusia yang bisa membangun bangsa, katanya.

Lutfi menambahkan, generasi muda, generasi pembangun bangsa harus kuat,bisa bertahan dalam situasi apapun. Demi memberikan kontribusi bagi bangsa, bahkan merubah variabel yang sudah tertata dalam hidup bukan masalah. Lutfi mengambil contoh tentang konsumsi beras orang indonesia dibanding rata rata orang dinegara laian. Mengutip sebuah riset, Lutfi mengatakan di Indonesia satu orang rata rata menghabiskan 135kg/tahun sedang di negara lain hanya 60kg/org/ tahun. Artinya, generasi ini nanti jangan kalah oleh kabiasaan, kita yang harus membangun kebiasaan baik, bagi diri dan bangsa, ungkapnya.





Sukamta mengamini pernyataan pimpinan partai putih tersebut. Sebagai bentuk nyata Sukamta mengingatkan bahwa pada tahun 1960-an Yogyakarta dikenal dengan Kota Sepeda. Bersama masyarkat Jogja, kita ingin bersama mengembalikan masa itu,katanya. Selanjutnya Sukamta mengutip tema mukernas PKS 2011 Dari Jogja bekerja untuk Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut digelar pula pembagian door price bagi peserta. Puluhan hadiah disediakan oleh panitia. Ngatijan, pemenang hadiah utama sepeda gunung berterimakasih pada PKS yang telah menyelanggarakan acara meriah ini. Bakul kupat tahu berusia 58 tahun tersebut mengakui menyukai kegiatan bersepeda dan mengaku senang mendapatkan hadiah utama. Terimakasih PKS, semoga kedepan tambah sae (baik), tambah maju, katanya ceria.

*sumber: www.islamedia.web.id
*posted by: pkspiyungan.blogspot.com